Pentingnya Penerapan Cyber Ethics di masyarakat

Pentingnya Penerapan Cyber Ethics di masyarakat

Penulis: Ridha Akbari UMM


Cyber Ethics adalah suatu nilai-nilai yang membedakan antara baik atau tidaknya

suatu tindakan dalam berinteraksi dengan dunia yang berhubungan dengan jaringan

komputer dan informasi atau dunia maya. Cyber Ethics dalam bahasa Indonesia biasa

disebut etika siber yang secara bahasa siber artinya sesuatu yang berhubungan dengan

internet, jaringan komputer dan informasi, dan dunia maya, sedangkan etik adalah

nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Dengan adanya Cyber Ethic harusnya dapat membuat segala hal yang

berhubungan dengan hal siber menjadi lebih aman. Namun, Cyber Ethics merupakan

hal yang sering tidak dihiraukan oleh pegiat dunia siber. Karena memang ethic jelas

menyatakan norma yang membuat orang tidak bisa bebas sepenuhnya di dunia siber, Jelas memberikan batasan di dalam dunia siber pada hal yang baik dan tidak

merugikan orang lain, suatu hal yang menjadi acuan baik atau tidak nya suatu

perbuatan, menjadi tolak ukur baik atau tidak nya suatu tindakan . Tentulah hal ini

bertentangan dengan apa yang ingin dilakakukan oleh oknum cyber yang ingin

melakukan kejahatan siber atau hal yang merugikan orang lain. Wujud nyata dari penerapan Cyber ethics di Indonesia adalah adanya UU ITE

yang menjadi kekuatan hukum untuk menindak orang yang tidak menerapkan Cyber

ethics dalam beraktifitas di lingkungan siber. Namun dengan adanya UU ITE tidak

berarti pelanggaran terhadap Cyber ethics dapat dihilangkan. Pelanggaran tetap ada

bahkan dengan jumlah yang masih banyak karena tidak semua pelanggaran dapat

terdeteksi oleh pihak penegak hukum di Indonesia. Tetapi dengan adanya UU ITE

setidaknya sudah ada kekuatan hukum yang dapat menjerat para pelaku pelanggar

Cyber ethics. Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi

Elektronik (ITE). Lebih dikenal dengan UU ITE adalah Undang-Undang yang selalu

bikin heboh, karena menggarap sesuatu yang bikin onar, dan memiliki resonansi

tinggi karena menyentuh ranah digital dan sosial media. Undang-Undang Nomor 11

tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ini dalam perjalanannya

mengalam perubahan yaitu diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 tahun 2019

tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan

Transaksi Elektronik. Cyber ethic perlu lebih disosialisasikan. Kita negara berkembang memang

sebagian masyarakatnya tidak banyak yang kehidupannya bersinggungan dengan

dunia cyber. Namun, dalam dekade dengan massivnya pemasaran smartphone dengan

berbagai macam spesifikasi dan ketatnya persaingan antar brand, hal ini menyebabkan

banyak kalangan yang baru yang awam dengan cyber ethic. Hal ini membuat

kalangan awam rentan melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan cyber ethic. Ketidaktahuan tentang cyber ethic menjadi tanggung jawab bersama untuk

mengedukasi sehingga menurunkan angka pelanggaran cyber ethics bisa dimulai dari

skala terkecil dengan Edukasi ke keluarga terdekat lalu ke tetangga dan seterusnya

teman lalu skala yang lebih besar lagi apabila berkesempatan berbicara di depan orang

banyak. Pelanggaran pada norma Cyber ethic kebanyakan berada pada lingkaran ujaran

kebencian, penghinaan dan akses ilegal dengan peretasan dan sebagainya. Hal yang

tak kalah penting untuk di sampaikan pada masyarakat luas adalah tentang pentingnya

mencegah kejahatan di dunia siber. Karena pencegahan jauh lebih baik dari pada

memperbaiki data atau akun yang sudah teretas. Oleh karena itu penting bagi

masyarakat luas baik awam maupun yang sudah berinteraksi dengan dunia siber sejak

lama untuk memperhatikan kembali langkah - langkah pencegahan terjadi peretasan

pada akun media sosial seperti menggunakan trik seperti membuat sandi yang sulit

ditebak, menggunakan sandi yang berbeda di tiap akun yang berbeda, dan tidak

sembarangan menyebarkan informasi pribadi yang penting, sehingga dapat

meminimalisir keberhasilan peretasan. Informasi tentang cyber ethics perlu untuk disebarluaskan. Namun yang lebih

penting adalah penerapannya dalam kehidupan di ranah siber. Karena jika cyber ethic

hanya dijadikan sebagai wawasan tanpa diterapkan, maka semua upaya akan terasa

sia-sia. Hal tersebut dimulai dari diri sendiri dengan membiasakan bertindak sesuai

etika Walaupun yakin tidak diketahui orang lain maupun penegak hukum. Perilaku di dunia cyber mencerminkan penerapan agama seseorang. Kejahatan

cyber dapat dikurangi dengan dukungan di bidang keagamaan seperti kajian

keagamaan dan menyuarakan ajakan ke masyarakat luas untuk lebih banyak

masyarakat untuk memperdalam wawasan agama. Sehingga pelanggaran terhadap

Cyber ethics dapat berkurang. Walaupun hal itu tidak dapat menghilangkan

pelanggaran norma , setidaknya sudah meminimalisir tindakan-tindakan yang tidak

sesuai dengan Cyber ethic. Terlebih indonesia merupakan negara beragama yang

mana mewajibkan penduduknya memeluk agama sehingga secara tertulis tidak ada

tempat di indonesia bagi orang yang tidak memiliki agama, walaupun dalam

penerapannya masih awang awang. Cyber ethic merupakan hal yang amat penting untuk diketahui dan

diimplementasikan. Namun sebagai orang yang masih memiliki etika yang bagus, seharusnya dapat mengimplentasikan Cyber ethics dengan benar dan sesuai hukum

yang berlaku minimal pada diri sendiri sebelum menyampaikannya ke orang lain. Karena tanpa disadari biasany banyak diantara teman-teman yang menyuarakan

Cyber ethic ternyata juga tidak sanggup mengimplemtasikan Cyber ethics pada diri

mereka sendiri. Oleh karena itu marilah kita bersama-sama saling mengingatkan

untuk mendisiplinkan diri untuk menjadi manusia yang beretika dan berahklak mulia

Share on Google Plus

About Info Kalimantan Selatan

0 comments:

Posting Komentar