Jumat, 09 September 2016

Wah,Forum Diskusi Pariwisata di Bali Bahas Rumah Lanting Banjar dan Sasirangan

Sejak Jumat (9/9/2016) sampai Sabtu (10/9/2016) digelar Forum Diskusi Pariwisata di Kuta Bali. Dan Sejumlah stakeholder kepariwisataan juga diundang. Khusus Banjarmasin diminta presentasi soal pengembangan Kampoeng Sasirangan.
Tim dari Banjarmasin yang diundang adalah Amir dari BNI Banjarmasin, DR Ira Mentayani dari Arsitektur ULM, M Khuzaimi dari Dinas Pariwisata, dan Gatot dari Disperindag Kota Banjarmasin.
Poin utama dari kegiatan ini adalah menganalisa apa yang menjadi kendala pengembangan kampung sasirangan dan mengemukakan ide dan gagasan untuk mengatasinya baik dari sisi orang atau masyarakatnya maupun infrastrukturnya.
Ira Mentayani mengemukakan pentingnya mengembalikan identitas Kota Banjarmasin sebagai kota sungai dengan membuka aksesibilitas dari arah sungai ke darat sehingga dapat menekan tingkat kemacetan dan mengatasi minimnya area parkir di darat.
Kemudian pentingnya membangun pintu gerbang kawasan, dermaga, dan menyediakan jalur titian yang refresentatif sebagai fasilitas menuju kampung sasirangan.
Arahan pengembangan juga menuju pada perbaikan rumah-rumah lanting yang ada sehingga dapat ditingkatkan fungsinya menjadi galeri sasirangan dan toko-toko suvenir.
Program bedah rumah lanting dan pengecatan rumah-rumah tepi sungai yang sudah digawangi Arsitektur ULM diharapkan bisa dilanjutkan sehingga seluruh area tepian sungai di kampungsasirangan menjadi bersih, indah, dan ber-identitas.
Kampung sasirangan diharapkan akan menjadi salah satu destinasi wisata yang bisa dicapai dengan mudah dari area siring tendean dengan menggunakan kelotok sehingga pentingnya disediakan dermaga sebagai tempat drop out pengunjung.
Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan tapi niat untuk “gawian membungasi kampung pinggir sungai” menjadi titik tolak keberlanjutan kegiatan ini.
"Arsitek ULM bagi kita adalah merupakan vitamin yang akan menjadi mitra pariwisata dalam pengembangan Kota Banjarmasin mejadi lebih baik," tambah Khuzaimi.
Kegiatan ini sendiri difasilitasi oleh BNI yang memang menetapkan Kampoeng Sasirangan sebagai Kampung BNI. Dari sini diharapkan bantuan BUMN itu untuk pengembangan kawasan tersebut. (*)

Sumber : tribunnews

SHARE THIS

Author:

HABAR BANUA KALIMANTAN SELATAN, TERBAIK DALAM PENYAMPAIAN AKURAT DALAM INFORMASI

0 comments: