Senin, 22 Agustus 2016

Puluhan Narapina Perakit Bom Keluar dari Penjara

Ada sekitar 40 persen mantan narapidana kasus terorisme yang memiliki keahlian merakit dan membuat bom bergentayangan bebas di luar dan terus dalam pengawasan Polri.
“Sebanyak 80 orang keluar dari penjara. 40 persen itu memiliki keahlian membuat bom. Bahaya banget dan dampaknya sangat luas,” ujar Direktur Keamanan Negara Badan Intelijen dan Keamanan Polri Kombes (Pol) Joko Mulyono.
Joko memastikan, mereka diawasi oleh kepolisian setempat. Hanya, ia mengakui bahwa pengawasan itu bukanlah pengawasan melekat. Sebab, mereka tidak memiliki status hukum saksi atau tersangka atas perkara tertentu. Hal itu kadang menyebabkan polisi kecolongan.
”Setelah selesai menjalani hukuman, dia kan enggak bersalah. Pengawasan atas dia itu karena dia punya keahlian membuat bom dan punya pemahaman radikal saja. Kalau enggak diawasi, bahaya,” ujar Joko.
Ketika ditanya siapa saja para ahli pembuat bom yang masih bergentayangan tersebut, Joko enggan membeberkan lebih lanjut.
Menurutnya, Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri-lah yang mengetahui secara rinci siapa saja mereka dan berapa di antara mereka yang betul-betul berpotensi melakukan aksi teror kembali.
Selengkapnya baca di Banjarmasin Post edisi Selasa (23/8/2016) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id
Sumber : tribunnews

SHARE THIS

Author:

HABAR BANUA KALIMANTAN SELATAN, TERBAIK DALAM PENYAMPAIAN AKURAT DALAM INFORMASI

0 comments: