Rabu, 24 Agustus 2016

Pemkab Tapin Mulai Jajaki Tanaman Kedelai

Setelah sukses mengembangkan pertanian cabai, bawang merah dan padi, Kabupaten Tapin mulai menjajaki tanaman kedelai. Penanamannya dimulai di Desa Pulau Pinang, Binuang, Selasa (23/8/2016).
Arealnya seluas 75 hektare. Penanaman itu dilakukan oleh SekdaTapin H Rahmadi dan Kadis Pertanian Provinsi Kalsel, H Fathurahman.
Menurut staf bernama Aji dari Dinas Pertanian Tapin, gerakan tanam kedelai itu dilakukan di areal seluas 1.491 hektare. Yang sudah terealisasi 330 hektare, tersebar di berbagai desa di Tapin.
“Ini lahan bekas padi yang baru saja dipanen, kemudian ditanami kedelai,” jelas Aji.
Sementara Fathurrahman mengatakan, Kalsel saat ini masih mendatangkan kedelai dari luar.
“Karena itu perlu digenjot sektor ini,” ujarnya.

Satu di antaranya melalui gerakan tanam kedelai dibekas lahan padi dan lahan tidur lainnya. Ditambahkan oleh Sekda Tapin, Rahmadi, kegiatan di Desa Pulau Pinang itu diharapkan menjadi pemicu semangat petani untuk menggelorakan penanaman kedelai.
Sekadar informasi, Indonesia merupakan pelanggan impor kedelai dari Amerika Serikat dan Brasil. Pemerintah mulai melakukan swasembada kedelai pada tahun 2015.
Amerika menjadi sentra dari budidaya kedelai dunia, sebab menyumbang hampir 50 persen dari kebutuhan kedelai di dunia. Sedangkan di Indonesia, budi daya kedelai banyak diusahakan oleh masyarakat di dataran rendah yaitu daerah Pantura sepanjang Jawa Barat hingga Jawa Timur, Gorontalo, Lampung, hingga Bali.
Kacang kedelai di Indonesia dimanfaatkan sebagai bahan pemenuhan kebutuhan protein nabati
yang cukup tinggi. Masyarakat biasa mengolah kacang kedelai menjadi berbagai olahan makanan seperti tempe, tahu, hingga bahan utama pembuatan kecap. (him/iac)

Sumber : tribunnews

SHARE THIS

Author:

HABAR BANUA KALIMANTAN SELATAN, TERBAIK DALAM PENYAMPAIAN AKURAT DALAM INFORMASI

0 comments: