Beriklan Disini

Pasar Terapung di Banjarmasin Kalah Promosi dan Infrastruktur Dibanding Ayutthaya Thailand

Liburan ke Bangkok, Thailand bersama keluarga menjadi bahan evaluasi bagi Kabid Pengembangan Wisata Disparsenibud Kota Banjarmasin, M Khuzaimi, terhadap wisata Banjarmasin.
Seperti diketahui, Bangkok dan Banjarmasin memiliki kesamaan andalan dalam pariwisatanya yakni sungai. Namun anehnya Bangkok lebih dikenal.
Ada beberapa hal yang digarisbawahinya mengapa wisata Bangkok lebih dikenal yakni promosi dan pembangunan infrastruktur wisatanya.
Harus diakui, promosi daerah itu lebih gencar. Artinya, potensi yang biasa saja, malah kalah dari Banjarmasin, tapi dikemas secara baik.
Begitu pula infrastrukturnya, semua mendukung wisata sungai disana. Mulai dari hotel, transportasi dan lainnya mendukung wisatanya.
"Kita kalah pada promosi dan infrastruktur," katanya.
Jimi, sapaan akrabnya sendiri sempat membandingkan beberapa destinasi.Salah satunya Pasar terapung Sungai Martapura, Kota Banjarmasin, dia lihat tetap yang terbaik bila dibandingkan dengan pasar terapung Ayothaya Bangkok, Thailand.
Seperti masuk ke area Pasar Terapung Bangkok, dikenakan biaya 200 baht atau sekitar Rp 80 ribu, sementara di Pasar Terapung Banjarmasin gratis.
"Selain itu, dari segi keunikan juga lebih bagus Banjarmasin. Pasar terapung di Ayutthaya pedagangnya berjualan di pinggir sungai yang bukan sungai mengalir, tapi terlihat seperti danau," jelasnya.
Pedagang di pinggir danau tersebut hampir 300 orang. Mereka menjual berbagai makanan tradisional dan modern termasuk suvenir.
Sedangkan pasar terapung di Siring Tendean Banjarmasin, pedagang berjualan di atas sampan di sungai alami yang mengalir. Ada 60 pedagang disana.
Mereka didominasi ibu-ibu dengan topi khas yakni tanggui. Selain itu harga yang ditawarkan juga murah yakni Rp 10 ribuan.
Sumber : tribunnews
Share:

Join With Us

Yang Sering Dibaca

Pasang Iklan

Info Kalsel Hari Ini

IBX5832BBDA88A32

Pendidikan