Rabu, 24 Agustus 2016

Islah Wahdini,Soroti Pemandu Wisata Pedalaman

Objek wisata di Banua cukup banyak dan indah. Hanya saja tempatnya cukup jauh di pedalaman dan pemandu wisatanya merupakan putra daerah, tak fasih berbahasa Indonesia.
Ketidakmampuan pemandu wisata di daerah berbicara dalam berbahasa Indonesia tersebut diangkat Islah Wahdini dalam makalah Pemilihan Duta Bahasa yang berlangsung di HBI Banjarmasin.
Cara penyampaian saat mempresentasikan makalahnya pun cukup menarik, sehingga membuat dewan juri memberi nilai tinggi sekaligus menghantarkannya menjadi Duta Bahasa Kalsel 2016.
"Saya mengangkat tema tentang objek wisata di Kalsel yang banyak di pedalaman seperti Loksado (HSS), Lontar, Samber Gelap (Kotabaru) dan lain-lainnya. Kendalanya, pemandunya warga lokal yang kurang fasih berbahasa Indonesa, sehingga kesulitan memaparkan ke wisman lokal dan asing yang berkunjung ke objek wisata di sana," jelas Islah, Rabu (24/8/2016).
Walau pun penampilannya sangat meyakinkan saat mempresentasikan makalahnya, mahasiswi FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin Jurusan Bahasa Inggris ini tak begitu yakin mampu menjadi juara pertama.
"Waktu itu saya berusaha menampilkan yang terbaik dan tidak berharap banyak. Peserta lainnya juga cukup bagus dan mampu memaparkan presentasi dengan baik," jelasnya.
Sewaktu dinyatakan sebagai Duta Bahasa Kalsel, menurut cewek kelahiran Rantau, 19 November 1995 ini sangat kaget.
"Saya kaget sekali dinyatakan menang. Mungkin ini rezeki saya ya," ucapnya.
Sumber : tribunnews

SHARE THIS

Author:

HABAR BANUA KALIMANTAN SELATAN, TERBAIK DALAM PENYAMPAIAN AKURAT DALAM INFORMASI

0 comments: