Rabu, 24 Agustus 2016

Ibnu Ragukan Kesiapan SDM untuk Pembangunan Banjarmasin Smart City

Masih ingat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online untuk SMP, SMA dan SMK kemarin? Pelaksanaan pendaftaran siswa baru berbasis online ini mengalami kekacauan.
Akibatnya, banyak kekacauan terjadi, mulai situs tak bisa diakses, nama pendaftar tak muncul hingga saat pengumuman banyak nama yang seharusnya lulus justru tak ada.
Sejumlah pihak menganggap Banjarmasin belum siap mengelar PPDB Online. Bahkan, ada yang meminta agar PPDB berikutnya secara manual saja.
Padahal, sebelum dimulai, penyelenggara menjanjikan pendaftaran bisa dilakukan lewat gadget. Kenyataannya, pendaftaran akhirnya tetap manual karena sistemnya kacau.
Saat PPDB Online SMP, pendaftaran tak lagi lewat gadget tapi harus datang ke sekolah. Tapi, tetap saja ada kekacauan terutama saat pengumuman.
Penyelenggara menyalahkan operator dan sistem di sekolah yang kurang mampu. Sedangkan sekolah menilai server penyelenggara memang tak mampu.
PPDB Online adalah salah satu bagian dari sebuah kota pintar atau smart city. Tahun ini, PPDB Online secara penuh ditangani daerah dari sebelumnya oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komputer (Pustikom). Sayangnya, pelaksana di daerah ternyata belum siap.Berkaca dari peristiwa ini, apakah Banjarmasin siap menjadi smart city, yakni kota dengan kemudahan akses informasi dan pelayanan berbasis online?
Sejak awal masa pemerintahannya, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina dan wakilnya, Hermansyah punya visi dan misi mewujudkan Banjarmasin sebagai kota pintar.
Secara implisit, kebijakan itu dimulai ketika Ibnu meminta pejabatnya tidak lagi menggunakan telepon selular jadul. Jadi berinteraksi menggunakan gadget dan mengurangi penggunaan kertas jika hanya untuk undangan rapat dan lainnya.
Keinginan itu juga ditulis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang disahkan pekan lalu dalam rapat paripurna DPRD Kota Banjarmasin. Dalam Perda RPJMD itu, termuat visi dan misi menjadikan sistem pemerintahan profesional berbasis sistem informasi dan teknologi.
Keinginan itu dimulai dengan kesepakatan antara Pemko Banjarmasin dan Bandung pada 28 Juli 2016. MoU antara Ibnu Sina dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil itu terjadi saat mengikuti Munas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) V di Jambi.
Menurut Ibnu, kerja sama itu untuk pengembangan Banjarmasin sebagai smart city. Pemko Bandung memiliki 300 lebih aplikasi dalam pelayanannya. Kabarnya Pemko Bandung siap memberi 300 aplikasi ke Banjarmasin.
Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi Kamis (25/8/2016) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id
Sumber : tribunnews

SHARE THIS

Author:

HABAR BANUA KALIMANTAN SELATAN, TERBAIK DALAM PENYAMPAIAN AKURAT DALAM INFORMASI

0 comments: