Senin, 22 Agustus 2016

Aminah TKI Banua Menangis Minta Dibebaskan Dipenjara Arab Saudi

Pekan lalu, Budi, staf Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tapin, dikejutkan suara nada dering ponselnya sekitar pukul 08.30 Wita.
Ternyata peneleponnya berasal dari luar negeri. Dia adalah Aminah (47), tenaga kerja wanita (TKW) asal Tapin.
Dalam percakapan, Aminah meminta pemerintah Indonesia segera mengurus pembebasannya. Sebab sudah belasan tahun dia ditahan di penjara di Arab Saudi.
“Nada suara Aminah terdengar sedih disertai tangisan. Dia memohon pemerintah Indonesia segera mengurus pembebasannya,” ungkap Budi.
Sayang, Budi tidak sempat menanyakan tempat Aminah dipenjara. Itu karena sambungan telepon yang berlangsung sekitar pukul 04.00 waktu Arab Saudi tersebut terputus.
Aminah binti H Budi (48) berasal dari Desa Timbung Banua Kecamatan Bungur Kabupaten Tapin.
Dia ditahan aparat Arab Saudi karena diduga terlibat kasus pembunuhan seorang WNI, yakni Amnah binti Ahmad dengan cara mutilasi pada 27 Mei 2002. Selain Aminah, satu lagi TKW asal Banua berurusan dengan hukum di Arab Saudi yakni Darmawati bin Tarjani, warga asal Kabupaten Banjar.
Mereka sempat terancam jiwanya karena menghadapi hukuman mati. Keduanya terbebas dari eksekusi karena mendapat pengampunan dari keluarga korban.
Disebutkan Budi, selama mendekam di penjara, Aminah sudah dua atau tiga kali dua meneleponnya.
Budi pun sudah melaporkan kondisi Aminah itu ke Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Banjarbaru.
Selengkapnya baca di Banjarmasin Post edisi Selasa (23/8/2016) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id
Sumber : tribunnews

SHARE THIS

Author:

HABAR BANUA KALIMANTAN SELATAN, TERBAIK DALAM PENYAMPAIAN AKURAT DALAM INFORMASI

0 comments: