Selasa, 24 Mei 2016

Warga Tak Usah Resah, Flyover II Belum Akan Direalisasikan Pada 2017


Pemerintah Kota Banjarmasin dan Pemprov Kalsel benar-benar serius mengggarap pembangunan flyover jilid II yang membentang dari kawasan Pasar Lima hingga Pasar Sentra Antasari
Namun pembangunan flyover yang mendapat dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum ternyata baru memasuki tahap studi kelayakan.
Kepala Seksi Bintek Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Kalsel Yuzar Subakti menjelaskan, dalam studi kelayakan tersebut, tim memperhatikan kondisi lalulintas dan pertumbuhan kendaraan bermotor yang akan datang.
"Titik yang dipantau dan akan digunakan adalah Jalan Pangeran Antasari sampai ke Jalan Pangeran samudera. Kita dalam studi itu mengestimasi, kemacetan rata rata, dan kendaraan yang melintas mulai 2015, 2010, 2025. Dari studi memang diperlukan adannya flyover di kawasan tersebut," kata dia.
Dalam dokumen studi kelayakan yang diteliti oleh Pemko Banjarmasin dan Pemprov Kalsel tersebut panjang flyover sekitar 1.000 meter atau lebih panjang dari flyover I di Jalan A Yani Km 3 (Gatot Subroto) yang panjangnya hanya sekitar 400 meter.
Kepala Dinas PU Kalsel, Martinus mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir dan resah terkait rencana pembangunan flyover II di Jalan P Antasari Banjarmasin.
Martinus mengatakan, kajian terkait proyek tersebut hingga kini belum tuntas, sehingga dia pun memastikan pembangunan flyover II tidak mungkin terealisasi pada 2017 mendatang.
"Masih menunggu kajian. Dulu kan sudah pernah sempat ditunda, karena menunggu kajian dulu," katanya, Senin (23/5/2016).
Menurutnya, jika hanya rencana-rencana tetapi belum ada kajian mendalam dan belum tuntasnya pembebasan maka pelaksanaan pembangunan flyover tidak bakal mulai, sehinga. dia meminta masyarakat jangan resah.
Mantan Penjabat Wali Kota Banjarbaru tersebut mengatakan, berdasarkan Musrenbang beberapa waktu lalu, Flyover Pangeran Antasari ditunda pembangunannya, sehingga tidak dianggarkan dalam APBD 2017.
Pemerintah, kata dia, mengutamakan kajian terlebih dahulu. Setelah kajian diterima dan dinyatakan layak, baru memasuki tahap pembebasan lahan. Jika pembebasan lahan dimulai, pada 2018 baru proyek itu dianggarkan.
"Pengerjaannya satu paket dengan Jembatan Antasari. Intinya diupayakan tidak akan banyak menggunakan lahan masyarakat," katanya.
Sumber : Tribunnews

SHARE THIS

Author:

HABAR BANUA KALIMANTAN SELATAN, TERBAIK DALAM PENYAMPAIAN AKURAT DALAM INFORMASI

0 comments: