Beriklan Disini

Ruang Terbakar Belum Diperbaiki, SDN Kuripan 2 Kurangi Murid Baru


Sejak pertengahan Maret 2016, Muhammad Ariyandi harus masuk siang. Murid kelas V SDN percontohan Kuripan 2, pulang pukul 15.00 Wita.
Saat murid lain istirahat, dia bersama teman-temannya dari kelas 5 harus belajar siang. Soalnya kelas mereka dipakai murid kelas 1 dan 2 pada pagi hari.
Sekolah itu pada 12 Maret 2016 terbakar. Empat kelas yakni 1A, 1B, 2A dan 2B terbakar. Ikut terbakar ruang guru, ruang kepala sekolah dan ruang UKS.
Sejak itu, 64 murid kelas 1 dan 72 murid kelas 2 harus menumpang kelas 5A, 5B dan 5C. Sampai saat ini, sistem shif dalam belajar mengajar masih diberlakukan karena ruang kelas yang terbakar tak kunjung diperbaiki.
Kepala SDN Kuripan 2, Zainal Abidin mengatakan, pihaknya hanya bisa berharap pemerintah segera memperbaiki ruangan yang terbakar. Jika sampai tahun ajaran baru tak diperbaiki, pihaknya terpaksa membatasi calon murid yang mendaftar.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Murlan mengatakan, pihaknya masih menunggu bantuan pemerintah pusat terkait SDN Kuripan 2.
Pihaknya berrencana memindahkan alokasi dana pembangunan SMPN 35 Sungaiandai ke perbaikan SDN Kuripan 2. Karena anggaran SMPN 35 sudah ditanggung APBN sebesar Rp 2,3 miliar. Padahal Pemko sudah terlanjur menganggarkan Rp 1,3 miliar.
Secara keseluruhan, sebanyak 30 persen dari 207 SDN di Kota Banjarmasin rusak dari skala ringan hingga berat.
Sementara itu Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina berjanji menigkatkan anggaran pendidikan.
Yang tahun ini hanya sebesar 67 miliar tak sampai 20 persen dari APBD Banjarmasin Rp 1,7 triliun.

Menurut Ibnu, anggaran penting untuk rehabilitasi sekolah yang rusak. Selain itu untuk kesejahteraan guru terutama honorer. "Komitmen kita 20 persen anggaran dari APBD," kata Ibnu.
Sumber : tribunnews
Share:

Join With Us

Ads Google

Yang Sering Dibaca

Pasang Iklan

Info Kalsel Hari Ini

IBX5832BBDA88A32

Pendidikan