Senin, 02 Mei 2016

Krisis Obat di Barabai Akibat Kebakaran, Kadinkes Minta Bantuan Banjarmasin


Krisis obat-obatan kini dialami Dinkes Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Penyebabnya, gudang farmasi di Jalan Surapati, belakang kampus Akademi Keperawatan (Akper) Murakata, Kota Barabai, hangus dalam peristiwa kebakaran, Minggu (1/5) sekitar pukul 00.30 Wita. Obat-obatan yang terbakar tersebut merupakan stok untuk memasok seluruh Puskesmas Se-HST.
Pantauan di lokasi, semua kardus obat-obatan yang ditaruh di bangunam yang terbakar, jadi abu. Sebagian lagi, obat di dalam kemasan kardus yang tersimpan di ruang sebelahanya, masih utuh.
Gudang Farmasi Obat milik Dinkses secara fisik dari luar tidak terbakar. Karena, konstruksinya beton. Namun barang di dalamnya, berupa obat-obatan, peralatan kantor dan barang elektonik termasuk AC, semua ludes. Sedangkan bagian fisik bangunan yang terbakar, terdiri dari atap dan plafon.
Namun pihak Dinkes menyatakan, obat yang masih utuh tersebut memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dari Balai Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM), apakah masih layak pakai.
Pertimbangannya, selain terkena suhu tinggi akibat kobaran api, juga terkena air saat para relawan pemadam kebakaran melakukan penyemprotan.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Perorangan dan Masyarakat Dinkes HST, Sadilah, menjelaskan, obat-obatan yang terbakar tersebut baru saja dibeli Dinkes dari perusanaan farmasi.
“Barangnya baru datang Sabtu (30/4) kemarin. Untungnya baru dikirim sekitar 60 persen oleh perusahaan farmasi. Jadi masih ada sekitar 40 persen lagi. Kami sudah menghubungi perusahaan farmasi agar memprioritaskan mengirim obat-obatan sisa pesanan karena kondisinya mendesak,” kata Sa’dilah.
Sumber : tribunnews

SHARE THIS

Author:

HABAR BANUA KALIMANTAN SELATAN, TERBAIK DALAM PENYAMPAIAN AKURAT DALAM INFORMASI

0 comments: