Beriklan Disini

Denda Rp 2 Juta Bagi Para Penghuni Kost Jika Kepergok Berbuat Hal-hal Ini


Berulang kali penghuni kost atau pemondokan kepergok berbuat asusila, tidur sekamar bukan muhrimnya, menginapkan tamu lain tanpa ikatan nikah dan bermacam pelanggaran lainnya.
Hal ini membuat pengurus lima RT dan RW 5 Kompleks Beringin Kelurahan Sungai Besar Kecamatan Banjarbaru Selatan, harus membuat kesepakatan bersama yang mengikat.
Di antara poin aturannya, para pendatang, tamu, penghuni kost, penyewa rumah yang melakukan asusila atau melanggar ketentuan tersebut didenda sebesar Rp 2 juta dan diberi sanksi meninggalkan rumah kos tanpa diberi hak ganti rugi atau pengembalian uang sewa.
Para pendatang, tamu, penghuni kos, penyewa rumah yang berdomisili di wilayah RW 5 dilarang membawa tamu berlainan jenis ke dalam kamar tidur atau tinggal serumah melakukan pelanggaran LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender) pada waktu kapan pun tanpa adanya kartu keluarga dan surat nikah sah.
“Ini menjadi peringatan bersama terutama bagi penghuni kost atau rumah sewa dan sejenisnya agar menghormati aturan kesepakatan warga. Kami rasanya sudah lelah selalu diresahkan dan dipusingkan dengan kejadian-kejadian ataupun keluhan ulah asusila penghuni kost, kedapatan tidur sekamar, berbuat tak senonoh layaknya seperti suami istri padahal tidak ada ikatan nikah,” ucap Ketua RW5 Sumarno, Selasa (3/5/2016) .
Menurut Sumarno, selama ini kejadian selalu berulang. Warga ingin aturan ini sebagai upaya peringatan dan memberi efek jera kepada pelakunya. Sementara itu, Ketua RT 29 Rudy Supriadi, menjelaskan, kesepakatan sudah mulai diterapkan ketika ada kepergok tamu lelaki menyamar menggunakan hijab di kost wanita di lingkungan RT 29 beberapa waktu lalu.
Lurah Sungai Besar, Akhmad Rifani, membenarkan warga lingkungan RW 5 bersama seluruh RT telah membuat kesepakatan bersama.
“Ini sebagai satu bentuk kepedulian warga untuk menjaga lingkungannya dari ulah penghuni kost dan rumah sewa yang sering meresahkan dan mengganggu kamtibmas lingkungan setempat. Ini wajar karena warga lah yang menanggung dampak akibatnya,” ucap Akhmad Rifani.
Kesepakatan warga berupa surat nomor 001/RW/005/02/004/2016 berdasarkan hasil keputusan pengurus RT 26, RT 27, RT 28, RT 29, RT 30 dan Ketua RW 5 pada rapat RW kelurahan Sungai Besar dihadiri anggota DPRD Banjarbaru, Babinsa dan Kasi Pemerintahan Kelurahan Sungai Besar pada 2 April di Kompleks Beringin. Dilanjut dengan prosedur penegakkan yang diteken bersama 16 April lalu.
Sumber : tribunnews
Share:

Join With Us

Ads Google

Yang Sering Dibaca

Pasang Iklan

Info Kalsel Hari Ini

IBX5832BBDA88A32

Pendidikan