Rabu, 25 Mei 2016

63 PNS Banjarbaru Dipastikan Non-aktif?


Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banjarbaru hingga kini masih menunggu hasil verifikasi dan sinkronisasi up date data dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Pusat. Hal ini tak lepas sudah diserahkannya seluruh hasil pendataan ulang PNS (PUPNS).
Informasi terhimpun, sebanyak 63 nama PNS Pemko Banjarbaru dilaporkan BKN tak masuk data pendataan ulang PNS (PUPNS) secara elektronik. Sedangkan data BKD dan Diklat Banjarbaru melaporkan seluruh PNS aktif sebanyak 4.409 orang telah memenuhi proses PUPNS.
Berdasarkan hasil penelusuran BKD, selisih data 63 nama PNS yang tidak termasuk dalam data 4.409 PNS terekam dalam e-PUPNS sebagaimana dilaporkan BKN ternyata umumnya dari mereka yang tidak lagi aktif sebagai PNS karena sudah berstatus sebagai pensiun atau meninggal.
Kepala BKD Kota Banjarbaru, H Firdaus Hazairin melalui sekretarisnya, H Rahmadi, menjelaskan seluruh PNS aktif di lingkup Pemko Banjarbaru telah memenuhi proses e-PUPNS.
"Penelusuran terhadap 63 nama ternyata umumnya sudah pensiun, mengundurkan diri , diberhentikan ataupun meninggal sehingga tidak lagi aktif sebagai PNS. Namun data perubahan pensiun dan meninggal ini tidak ter-update sehingga tetap terekam pada data BKN Pusat. Jadi masalahnya karena up date data saja. Sedang riil-nya 63 nama di luar data PUPNS sudah tidak lagi aktif sebagai PNS," jelas Rahmadi.
Kasubid Dokumentasi dan Informasi Pegawai BKD Banjarbaru, HM Syahri Fadhli, mencontohkan ada sejumlah nama yang tidak masuk PUPNS seperti Abdul H, M Hejeri, Eka Suwarsih, M Sayudin, Rosmawati dan Mariani.
"Semuanya ternyata sudah berstatus pensiun yang dibuktikan dengan dokumen SK pensiun sejak 2012 hingga 2015. Namun perubahan ini tidak terbaharui di BKN sehingga namanya tetap muncul sebagai PNS. Inilah salah satunya yang menyebabkan selisih data dengan daerah," tambahnya.
Namun demikian pihaknya sudah melakukan penyesuaian data kepegawaian daerah dengan BKN pada 20 April lalu, tapi hasilnya hingga kini diakui belum ada perkembangan.
"Sampai sekarang kita masih menunggu hasil sinkronisasi up date data dari BKN Pusat. Tapi yang jelas dipastikan 63 nama tersebut memang sudah tidak aktif lagi sebagai PNS," tambahnya.
Sumber : tribunnews

SHARE THIS

Author:

HABAR BANUA KALIMANTAN SELATAN, TERBAIK DALAM PENYAMPAIAN AKURAT DALAM INFORMASI

0 comments: