Rabu, 04 Mei 2016

31 Ribu Pelanggan PDAM Intan Banjar Terancam


Sebanyak 31 ribu pelanggan PDAM Intan Banjar yang tersebar di Martapura dan di Banjarbaru bakal kembali merasakan gangguan distribusi air mulai dari mengalir kecil hingga macet sama sekali beberapa hari mendatang.
Itu karena Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kalsel kembali melakukan pemeliharaan saluran primer irigasi Riam Kanan yang menjadi sumber air baku andalan PDAM Intan Banjar.
“Wilayah yang paling terasa terdampak pelanggan di wilayah Sungai Ulin dataran tinggi, Cempaka juga Trikora dan Mekatani. Kalau lainnya juga ada terdampak, hanya saja tak separah yang di daerah tinggi atau ujung pipa,” jelas Said Umar didampingi Kabag Humas M Azwar, Kabag Produksi Noor Ifansyah, Kabag Transmisi Distribusi Aliansyah dan Kabag Hubungan Pelanggan, Huzaimah Sanusi.
Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU Kalsel, Suri Sudarmadiyah, menjelaskan pengangkatan gulma dari irigasi merupakan kegiatan rutin.
“Pemeliharaaan rutin ini berlangsung pada 9-13 Mei 2016. Tapi kami usahakan secepatnya selesai. Nanti dilakukan pengurangan debit air sampai peralatan bisa bekerja dan PDAM tetap bisa operasional. Idealnya pengeringan total 20-30 hari sehingga gulma dapat dibersihkan semua. Tapi karena irigasi ini juga dipakai untuk bahan baku PDAM, kami persingkat waktunya lima hari saja,” terang Suri yang didampingi PPK Irigasi Riam Kanan, Heriadi, dan petugas irigasi, Yamin.
Pemeliharaan rutin saluran irigasi berupa pengurangan debit air dan pembersihan gulma tanaman air yang dijadwalkan berlangsung selama 5 hari dimulai pada Senin (9/5/2016) hingga Jumat (13/5/2016) mendatang.
Karena pembersihan gulma disertai dengan pengurangan debit air hingga ke level rendah, pengambilan bahan baku air dari intage PDAM IPA Pinus II pun praktis berkurang hingga lebih dari separuhnya.
Direktur Teknik PDAM Intan Banjar, H Said Umar, menjelaskan berkurangnya pasokan bahan baku air, mengakibatkan produksi air menurun dan praktis membuat jangkuan distribusi air ke pelanggan menjadi berkurang. Adanya tekanan pipa kosong akibat suplai air yang terbatas, membuat distribusi air tidak dapat menjangkau ke pelanggan yang berada dataran tinggi atau ujung pipa.
Selama lima hari kegiatan pemeliharaan saluran irigasi tersebut, posisi waktu yang dinilai paling rawan terasa gangguan air pada tanggal Selasa (10/5/2016) hingga Kamis (12/5/2016) Mei. Berikutnya memasuki Jumat (13/5/2016) gangguan distribusi air diperhitungkan berkurang berangsur normal.
Sumber : tribunnews

SHARE THIS

Author:

HABAR BANUA KALIMANTAN SELATAN, TERBAIK DALAM PENYAMPAIAN AKURAT DALAM INFORMASI

0 comments: