Jumat, 29 April 2016

Temuan Material Bangunan Zaman Belanda di Desa Pengaron

Sebanyak tujuh Umpa ditemukan dalam kondisi utuh oleh Balai Arkeologi (Balar) Banjarmasin di Desa Pengaron, Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, Jumat (29/4/2016).
Umpa yang diketahui terdiri dari susunan batu bata, ditengarai merupakan material bagian atas suatu bangunan di zaman kolonial Belanda. "Umpa-umpa bata ini mendukung pada bagian atasnya sebuah bangunan. Semula kami temukan terkubur dalam tanah yang memiliki kedalaman relatif, yakni 80 hingga 100 sentimeter dari permukaan tanah," terang Kepala BalaiArkeologi (Balar) Banjarmasin, Bambang Sakti.
Lebih lanjut, Bambang menceritakan material tersebut semula mereka temukan dalam kondisi bervariasi. Sebanyak tujuh dari 20 lubang pihaknya menemukan umpa dalam kondisi utuh. "Sementara yang lainnya, dalam kondisi sudah tercerai berai," tuturnya.
Menurutnya, ditengarai umpa-umpa tersebut merupakan material bagian dari bangunan sebuah asrama tentara belanda. Bangunan yang semula kokoh berdiri di masa pecahnya Perang Banjar.
"Diperkirakan bangunan ini ada pada masa pertempuran Pangeran Antasari atau 1859. Bangunan semacam asrama tentara pertahanan Belanda pada saat Perang Banjar meletus," jelasnya.
Dia menjelaskan, susunan bata tersebut semula ditemukan beracu pada penelitian serupa 2006 lalu. Namun penemuan situs saat itu masih berupa kotak.
" Selain itu beracuan pada buku, di kawasan ini terdapat bangunan tentara pribumi, gudang amunisi, dokter dan lainnya. Penesuluran sebelumnya juga kami gali berdasarkan cerita rakyat," jelasnya.
Sumber : tribunnews

SHARE THIS

Author:

HABAR BANUA KALIMANTAN SELATAN, TERBAIK DALAM PENYAMPAIAN AKURAT DALAM INFORMASI

0 comments: