Rabu, 20 April 2016

Salon Plus Plus Di Banjarmasin Di Grebek Satpol PP


SITA KASUR - Hasil sitaan kasur dari aksi penyegelan salon beberapa waktu lalu. Salon incaran Satpol PP kini memakai kasur gulung.
BANJARMASIN - Enam salon yang disegel Satpol PP kembali buka. Stiker segel dicopot setelah pemilik mau meneken surat perjanjian dengan pemko. Isinya, berjanji menghentikan bisnis esek-eseknya dan beroperasi seperti salon kecantikan sewajarnya.

Namun, tak semua insaf, ada saja yang kembali kumat. Sebuah salon di Jalan Dahlia kembali digebrebek Satpol PP. Tak ada kesempatan kedua. Kali ini bukan hanya penyegelan, Satpol PP juga menutup paksa dan mencabut izin salon tersebut.

Penggerebekan digelar Sabtu (16/4) siang. Aksi ini digelar senyap, dengan jumlah sedikit personel dan tak terendus awak media. Setelah mengintai beberapa lama di luar salon, petugas merangsek masuk.

Petugas awalnya sempat ragu lantaran karyawati yang menjaga salon berpakaian sangat sopan. Tidak seksi dan menor seperti salon esek-esek kebanyakan. "Tapi pas mengecek kamar, kami memergoki satu pasangan dalam kondisi telanjang. Si perempuan langsung lari ke kamar mandi," kata Kepala Satpol PP Kota Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik, kemarin (19/4).

Pemilik salon rupanya sudah belajar dari pengalaman razia sebelumnya. Bukan hanya pakaian pekerja salon serba rapi, tapi juga jenis kasur yang dipakai. "Biasanya pakai ranjang. Sekarang kasur gulung. Supaya enak mengosongkan kamar kalau dirazia," yakinnya.

Siang itu, Satpol PP juga menggerebek tiga salon yang belum pernah kena razia. Target Satpol PP rata-rata berkisar pada Jalan Cempaka, Gunung Sari, Pandan Sari, dan Sutoyo S. Pekan depan, Satpol PP akan memanggil seluruh pemilik salon kecantikan di kawasan tersebut.

Mereka akan diberi penyuluhan. Bagi yang masih menjalankan bisnis haramnya diminta setop sebelum kena segel.(fud/az/dye) 

SHARE THIS

Author:

HABAR BANUA KALIMANTAN SELATAN, TERBAIK DALAM PENYAMPAIAN AKURAT DALAM INFORMASI

0 comments: