Beriklan Disini

Penetapan Status Darurat di Jalur Filipina Bikin Ekspor Kalsel Makin Parah

Penetapan status darurat di jalur pelayaran ke Filipina, langsung berdampak ke sektor ekspor khususnya mineral Kalimantan Selatan.
Kepala Seksi Humas Ditjen Bea Cukai Banjarmasin, Juni Pudji K menyebut, Filipina merupakan negara tujuan ekspor kelima terbesar dari Kalsel, setelah India, Cina dan Malaysia di urutan tiga besar.
"Ya otomatis ya, setelah ada travel warning ke Filipina, jumlah ekspor kita ke negara itu jauh menurun," katanya semalam.
Tidak adanya batas waktu penetapan status darurat itu sendiri, diprediksi bisa makin memperparah keadaan.

Data Ditjen Bea Cukai, nilai ekspor Kalsel secara keseluruhan sepanjang 2015 turun drastis sebesar 29 persen dibanding tahun 2014, yang didominasi ekspor bahan mineral seperti batubara
"Secara umum volume perdagangan memang sudah turun. Nilainya turun meski neraca perdagangan naik. Kalau tidak dihentikan (status daruratnya), bisa habis," ujarnya.
Sebelumnya, terkait kejadian sejumlah pembajakan yang dilakukan kelompok Abu Sayyaf di wilayah perairan Filipina, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banjarmasin, menaikkan status dari waspada menjadi status darurat untuk jalur ke arah Filipina.
KSOP Banjarmasin pun memberikan surat edaran terkait larangan berlayar menuju arah Filipina ke sejumlah perusahaan pelayaran.
Sumber : tribunnews
Share:

Join With Us

Ads Google

Yang Sering Dibaca

Pasang Iklan

Info Kalsel Hari Ini

IBX5832BBDA88A32

Pendidikan