Beriklan Disini

Penerbangan Udara Menaikkan Inflasi Banjarmasin



banjarmasinpost.co.id/syaiful ahyar
Ilustrasi - Suasana terminal kedatangan di Bandara Syamsuddin Noor.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Inflasi di Kota Banjarmasin pada Maret 2016 sebesar 0,14 persen. Laju inflasi kumulatif tahun 2016 (Maret 2016 terhadap Desember 2015) sebesar 0,81 persen dan laju inflasi year on year 6,02 persen.

Adapun komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Banjarmasin antara lain angkutan udara dengan andil paling tinggi yakni 0.0788, disusul rokok kretek filter (0,0795), daging ayam ras (0,0456), kue basah (0,0300), rokok kretek (0,0254), gula pasir (0,0247), bawang merah (0,0225), beras (0,0223), cabai merah (0,0220), dan kacang panjang (0,0181).

Sedangkan komoditas penahan inflasi dengan andil deflasi tertinggi antara lain telur ayam ras, ikan gabus, melon, bahan bakar rumah tangga, semangka, tarif listrik, wortel, ikan kembung, celana panjang jeans dan ikan papuyu.

Sementara itu di Kota Tanjung, pada Maret 2016 mengalami inflasi 0,17 persen. Laju inflasi kumulatif tahun 2016 terjadi deflasi 0,30 persen dan laju inflasi yoy 6,36 persen.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi antara lain bawang merah, pasir, cabai rawit, tomat sayur, cabai merah, bawang putih, daging ayam ras, emas perhiasan, sabun detergen, dan soto.

Sedangkan komoditas penahan inflasi antaralain ikan gabus, telur ayam ras, ikan layang, kol putih, ikan peda, ikan tongkol, semangka, terong panjang, ikan sepat siam dan melon.

Kepala BPS Kalsel, Dyan Pramono Effendi didampingi Kabid Statistik Distribusi, Arih Dwi Prasetyo dalam keterangan resminya, Jumat (1/4/2016), menuturkan selama Maret 2016, Kalimantan Selatan yang merupakan gabungan dari Kota Banjarmasin dan Tanjung mengalami inflasi sebesar 0,14 persen.

Laju inflasi kumulatif 2016 mengalami inflasi 0,73 persen dan laju yoy 6,04 persen.

Dari 82 kota yang menghitung indeks harga konsumen, tercatat 58 kota mengalam iinflasi dan 24 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi di Bukittinggi Sumatera Barat 1,18 persen dan terendah di Singkawang, Kalbar 0,02 persen. Sedangkan deflasi tertinggi di Tanjung Pandan 1,22 persen dan terendah di Mamuju 0,02 persen.
Sumber: Bpost
Share:

Join With Us

Ads Google

Yang Sering Dibaca

Pasang Iklan

Info Kalsel Hari Ini

IBX5832BBDA88A32

Pendidikan