Rabu, 20 April 2016

Ngamuk Di Lokalisasi Pembatuan Banjarbaru, Bapak Ini Diamankan

PETUALANG NAFSU: Dua kakak beradik ini mengamuk di lokalisasi pembatuan Banjarbaru setelah nafsunya tak sampai tertuntaskan.
BANJARBARU - Ada-ada saja kelakuan dua pemuda kakak beradik Yuliani (33), dan Ardiansyah (31) warga Jalan Teluk Masjid Pembataan Liang Anggang ini. Gara-gara nafsu birahi Yuliani (32) tak tuntas saat berhubungan badan dengan salah satu Pekerja Seks Komersial (PSK) di eks lokalisasi Pembatuan,  kedua kakak beradik ini Minggu (17/4) siang cekcok dengan pemilik warung Sakur, lalu mereka mengamuk.
Bahkan warga sekitar yang melerai, Agus Sutiyono menjadi korban terkena tebasan parang didadanya. Beruntung korban berhasil lari, lalu sempat dibawa ke RSUD Banjarbaru, dan berhasil selamat. Tak berselang lama Senin (18/4) siang kemarin,  Kedua tersangka Yuliani (33), dan Ardiansyah (31), serta teman mereka yang menjadi saksi di TKP Lamuni (41) dibekuk Tim Buser polsek Banjarbaru Barat, dibantu Buser Polres Banjarbaru di rumah orang tua mereka Jalan Teluk Masjid Pembataan Liang Anggang.
Kapolsek Banjarbaru Barat AKP Berlian Hartono melalui Kanit Reskrim Iptu Selamet Raharjo membenarkan penangkapan kedua tersangka kasus penganiayaan tersebut.
"Kita amankan 3 orang, dua orang jadi tersangka, 1 orang lagi jadi saksi. Karena dia tidak ikut membantu melakukan penganiayaan. Saat ini sudah kami tahan di Mapolsek untuk proses lebih lanjut," ucapnya kepada Radar Banjarmasin.
Sementara itu tersangka Yuliani (33) mengatakan kejadian tersebut berawal saat mereka masuk ke salah satu rumah di eks lokalisasi pembatuan untuk memenuhi nafsu birahi mereka. Setelah minum minuman keras, dan karaoke di dalam room, lalu mereka masing-masing ngamar dengan perempuan di tempat tersebut.
"Sudah main lama tapi punya saya belum “keluar” juga, lalu si perempuan saya bayar separo Rp 100 ribu, dia malah minta tambah Rp 50 ribu saya tidak mau. Kami kesana kan mau mencari kepuasan, saya tidak puas makanya tidak saya bayar," ungkap bapak 3 anak ini. 
Yuli mengaku tak lama setelah itu terjadilah cek-cok yang melibatkan dirinya dengan perempuan yang dibokingnya, dan si pemilik rumah.
"Tidak lama datang 3 orang laki-laki masuk, saya langsung dipukul dikepala, ditendang, dan dikeroyok di dalam," ungkapnya.
Pelaku lainnya Sang adik Ardiansyah (31) mengaku saat itu dirinya sudah berada dimobil, melihat sang kaka di keroyok langsung dirinya membantu sang kaka. Dengan mengambil senjata tajam jenis parang yang ada didalam mobil sirion, yang mereka bawa.
"Saya khilaf, melihat kakak saya dikeroyok berdarah-darah saya emosi. Saya ingat ada parang bekas kami membersihkan rumput di proyek tempat kami kerja. Langsung saya mengamuk, sekali itu saja menebaskannya kena korban, dia lari lalu kami langsung pulang naik mobil. Parang saya buang didaerah trikora," ungkapnya.
Kedua tersangka dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan berat dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.(zay)


SHARE THIS

Author:

HABAR BANUA KALIMANTAN SELATAN, TERBAIK DALAM PENYAMPAIAN AKURAT DALAM INFORMASI

0 comments: