Minggu, 03 April 2016

Era Keemasan Bajaj Yang Sudah Tergeser Di Banjarmasin

Kisah Sedih Sopir Bajaj di Banjarmasin, Sehari Paling Dapat Dua Penumpang, Bahkan Sering Tidak Ada
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Di tengah gempuran alat transportasi baru, bajaj masih bertahan di sejumlah kota di Indonesia seperti Jakarta dan Banjarmasin. Di Banjarmasin, ada sejumlah titik yang jadi tempat mangkal mereka yakni di depan Jalan Beruntung Jaya, Terminal Induk Kilometer 6, depan RSUD Ulin, RS Suaka Insan, depan Dutamall, Pasar Sudimampir dan Ujung Murung. Di Pasar Sudimampir, bajaj harus sedikit bergeser karena adanya penertiban kawasan tersebut.
Alat transportasi yang pernah diangkat menjadi judul sinetron Bajaj Bajuri ini rupanya masih jadi alternatif sejumlah warga seperti Baihaki. Pedagang asal Kota Rantau Kabupaten Tapin ini masih suka menggunakan bajaj karena bisa memuat banyak barang yang dibelinya di Pasar Sudimampir. “Kalau ojek kan tempatnya terbatas. Kalau bajaj, walau bising, tapi bisa mengangkut banyak barang. Tarifnya juga relatif murah,” katanya.
Taufik adalah salah satu pemilik bajaj yang mengharapkan jasanya digunakan pedagang dan pembeli di kawasan Pasar Sudimampir. Saat ditemui, dia sedang menunggu penumpang.
Sudah lebih dari 20 tahun Taufik membajaj. Kini penumpangnya tinggal sedikit. Padahal pada tahun 1990-an, sehari dia bisa mendapat 20 hingga 30 penumpang. “Sekarang, sehari rata-rata hanya dapat dua penumpang. Bahkan sering tidak ada,” ujar Taufik.
Keadaan ini membuatnya agak sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan pendapatan rata- rata Rp 25 ribu sekali jalan, paling Taufik hanya mendapatkan Rp 50 ribu dalam sehari. Padahal dia juga harus memenuhi keperluan anak sekolah dan servis bajaj.

SHARE THIS

Author:

HABAR BANUA KALIMANTAN SELATAN, TERBAIK DALAM PENYAMPAIAN AKURAT DALAM INFORMASI

0 comments: