Minggu, 03 April 2016

Ditangkap Polisi Kotabaru Gara gara Sabu Menyusul Ayahnya

Kakak Beradik Susul Ayah Masuk Sel karena Sabu di Kotabaru

BANJARMASIN POST.CO.ID, KOTABARU - Tragis bagi Fadatul Laila dan Nanang. Kaka beradik ini menyusul ayahnya masuk penjara karena terlibat peredaran sabu. Keduanya tak dapat mengelak saat aparat Satuan Resnarkoba Polres Kotabaru meringkus mereka, Jumat (1/4) siang.
Polisi menemukan sabu dari kakak beradik itu. Pertama aparat menangkap Fadatul Laila di rumahnya di Jalab Pangeran Diponegoro, Kelurahan Kotabaru Tengah, Kecamatan Pulau laut Utara.
Ditemukan dua bungkus diduga berisi sabu seberat 0,51 gram, disampan Laila di dalam kamarnya. Turut disita sebuah handphone milik Laila. Telepon selular tersebut menjadi petunjuk ditangkapnya Nanang.
Di dalam handphone milik Laila, berisi pesan singkat menguatkan sabu ditemukan di dalam lemari bukan hanya dimiliki Laila, tapi dibeli secara urunan bersama Nanang.
Kasat Resnarkoba Polres Kotabaru AKP Ubaldus Delo, Sabtu (2/4) mengakui, berdasarkan pengakuan Laila, sabu dibeli dari seseorang di Banjarmasin dari uang urunan mereka (Laila dan Nanang).
Berbekal informasi itu, aparat Resnarkoba meringkus Nanang yang tinggal tidak jauh dari rumah Laila. Saat penggeledahan, ditemukan lagi sepaket sabu seberat 0,30 gram di saku baju Nanang.
"Satu paket sabu-sabu ditemukan di saku baju Nanang, tersangka mengaku kalau barang tersebut sisa milik ayahnya yang lebih dulu ditangkap," jelas Ubaldus.
Ubaldus menambahkan, kedua tersangka yang berstatus kakak beradik, hasil dari pengembangan anggotanya yang beberapa jam sebelumnya meringkus Boka. Pria ini ditangkap di Jalan Raya Stagen di lokasi Kompleks Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kotabaru. Saat itu Boka melakukan transaksi dengan seseorang.
"Boka ingin melakukan transaksi di PPI karena dia bekerja di sebagai operator di Solar Paket Dealer Nelayan (SPDN)," jelas Ubaldus.
Kepada petugas yang meringkusnya, Boka mengaku, mendapatkan sabu dari Laila.
Tak hanya Boka. Nanang dan Laila pun langsung ditahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Mereka dikenai Pasal 112 dan 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun. (sah)

SHARE THIS

Author:

HABAR BANUA KALIMANTAN SELATAN, TERBAIK DALAM PENYAMPAIAN AKURAT DALAM INFORMASI

0 comments: