Kamis, 31 Maret 2016

Trik Berwisata Ke Loksado Hulusungai Kalimantan Selatan

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN-Daerah pegunungan Loksado di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, menyimpan keindahan alam tersendiri. Wisata paling terkenal di sini adalah bamboo rafting atau menyusuri sungai dengan rakit bambu.
Daerah ini dibelah oleh Sungai Amandit yang berair jernih dan tenang. Di sini banyak perkampungan tradisional suku Dayak.
Daerahnya hijau dikelilingi banyak bukit dan hutan belantara. Hawanya pun tergolong sejuk dan menyegarkan.
Banyak warga setempat yang bermata pencarian menyewakan rakit-rakit bambu untuk para wisatawan yang hendak menyusuri sungai tersebut. Nia Kania baru-baru ini mencoba sensasi naik rakit bambu menyusuri Sungai Amandit.
Dia ke sana beberapa hari lalu saat libur Idulfitri 1436 Hijriyah ini. Saat itu, kondisi air sungai sedang surut. Arus airnya tergolong aman sehingga nyaman untuk naik rakit.
Di sekitar sini juga ada beberapa penginapan. "Penginapannya dari kayu dengan fasilitas yang cukup bagus untuk ukuran pedesaan," jelas perempuan berambut lurus ini.
Satu kamar bisa diisi hingga enam orang. Semalamnya Rp 200.000. Fasilitasnya ada dua kasur besar ukuran nomor 1 dan kipas angin. Kalau sinyal HP di sini susah dan tak semua operator telepon selular yang sinyalnya bisa terdeteksi di daerah ini.
Dia waktu itu menginap di daerah bernama Tanuhi. Tanuhi berada di atas Loksado. Mau bamboo rafting di Tanuhi juga bisa karena masih dialiri Sungai Amandit.
Menyusuri Sungai Amandit akan menyisakan kenangan indah tersendiri, membuat Anda ketagihan ingin ke sana bamboo rafting lagi. Rakit-rakit bambu ini bisa dimuati oleh tiga hingga empat orang plus pengemudi rakitnya.
Satu rakit disewakan sekitar Rp 250.000-Rp 300.000, Anda sudah bisa sepuasnya menyusuri keindahan Sungai Amandit. Keseruannya terjadi saat bertemu arus yang agak deras atau hampir menabrak batu, akan menyisakan sensasi rasa tersendiri. Belum lagi basah-basahannya terkena air.
Pengemudi rakitnya adalah warga sekitar yang sudah sangat lihai menjinakkan arus sungai tersebut. Berbekal sebilah bambu sebagai tuas pengerem laju rakit, mereka bisa dengan mudahnya mengendalikan rakit tersebut.
Jika Anda beruntung, sesekali mereka ini beraksi melompat-lompat melawan derasnya arus bertumpu pada bilah bambu itu, menjadikan hiburan tersendiri bagi para pelancong yang sedang menaiki rakit tersebut.
Wisata bamboo rafting di Sungai Amandit ini menawarkan kesegaran pemandangan alam pegunungan Kalimantan Selatan yang hijau. Di kelilingi hutan, perbukitan dan pedesaan tradisional suku Dayak, menjadikan tempat ini memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan, khususnya bagi mereka yang sedang ingin menenangkan diri dari hiruk pikuk perkotaan.
Di sini banyak bukitnya. Di antaranya ada Bukit Liangara yang belum lama ini dijelajahi dua pesohor papan atas Indonesia, yaitu Dion Wiyoko dan Denny Sumargo untuk syuting sebuah acara jalan-jalan, My Trip My Adventure yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta nasional ternama.
Belum lagi kejernihan air Sungai Amandit yang berwarna hijau, menjadikannya pemandangan sejuk tersendiri. "Harus berhati-hati juga, kalau sedang deras dan di tengah perjalanan bertemu ranting pohon atau dedaunan pohon yang menjorok ke sungai kepala kita bisa terbentur dan cedera," sebutnya.
Selama naik rakit santai saja, tak usah takut jatuh tenggelam bagi yang tak bisa berenang karena joki rakitnya sudah sangat lihai mengendalikan rakit dan menaklukkan arus sungainya. Kedalaman sungainya juga tak terlalu dalam sehingga aman.
Jika ingin lebih aman, bisa menyewa baju pelampung. Satu baju pelampung dihargai Rp 10.000.
Seorang joki rakit di sini, Sabri, menambahkan untuk biaya penyewaan rakit bervariasi, tergantung jarak yang ditempuh. Misalnya, dari Amandit ke Pertigaan Batulicin dekat Bukit Liangara, waktu tempuhnya sekitar 1,5 jam biayanya Rp 250.000.
Jika dari Loksado ke Tugu Hasan Basri Rp 300.000. Dari Tanuhi yang di atas Loksado ke Pertigaan Batulicin, waktu tempuhnya tiga jam sekitar Rp 300.000 biayanya.
"Kalau sedang surut, hanya bisa memakai lanting atau rakit kecil, cukup buat dua orang," jelasnya.
Di sekitar sini ada beberapa penginapan kecil atau cottage. Pemiliknya menawarkan harga yang berbeda-beda, sesuai dengan fasilitas yang ditawarkan.
Misalnya, yang berbahan kayu dengan fasilitas dua kasur, kipas angin dan kamar mandi dihargai Rp 275.000 per malam untuk satu kamar. Mau yang lebih mewah juga ada dengan fasilitas pendingin ruangan dan mandi dengan air panas atau dingin serta cottage-nya berbahan semen. Harganya per malam antara Rp 350.000-500.000 dan disewanya per cottage, bukan per kamar.
Menuju kemari, perlu waktu sekitar tiga jam berkendara dari Banjarmasin. Dari Banjarmasin bisa menggunakan kendaraan umum yaitu mobil Colt L300 yang oleh orang Banjar sering disebut Taksi Hulu Sungai.
Taksi Hulu Sungai banyak ditemui di Terminal Induk Kilometer 6 di Jalan A Yani Km 6, Banjarmasin. Pilih saja jurusan ke Kandangan yang merupakan ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan tarif Rp 50.000 per orang.
Di Kandangan, turun saja di Terminal Kandangan. Untuk ke Loksado, Anda perlu berkendara lagi sekitar dua jam menggunakan taksi pick up atau ojek yang banyak ditemui
di Terminal Kandangan ini.
Tarif taksi pick up dari terminal ini ke Loksado sekitar Rp 20.000 per orang. Sementara untuk ojek Rp 75.000 per orang jika perjalanan malam dan Rp 50.000 jika perjalanan siang.
"Ojeknya memang lebih mahal mengingat medan tanjakan ke Loksado itu banyak jurangnya. Kalau malam lebih berbahaya dibandingkan jalan siang, makanya lebih mahal," paparnya.
Jika ingin menggunakan taksi pick up, dia menyarankan sebaiknya pelancong sudah harus berada di Terminal Kandangan pukul 10.00 Wita karena lewat dari itu, khususnya tengah hari, para sopirnya sudah tak beroperasi. "Mereka adalah warga Loksado. Jika menerima penumpang lewat dari siang hari, mereka sudah tak bisa lagi karena perjalanan pulang ke Loksado saja lama dan jika kemalaman jalurnya berbahaya," katanya.
Selama perjalanan ke Loksado, jalurnya berkelok-kelok dan menanjak. Di tepinya banyak jurang yang curam. Tak banyak lampu jalannya dan tepi jurangnya tak ada pagar pembatasnya sehingga jika jalan malam di sini harus sangat berhati-hati jika Anda tak mengenal medannya.
Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, ingin kemari, sangat tidak disarankan di malam hari, apalagi jika Anda tak mengenal medannya. Sebab, jika tidak, kendaraan Anda bisa masuk jurang. Akan lebih aman menggunakan kendaraan umum saja karena sopirnya sudah paham betul medan-medan tanjakan di Loksado.
Sumber: B Post
Dan Jika Anda Ingin Leluasa tanpa memikirkan trip yang ini itu, maka sudah saatnya anda mencoba Paket Wisata yang disediakan Nurwahid Tour & Travel Banjarbaru, sehingga anda hanya datang dan Nurwahid Travel Menyiapkan semua trip yang menarik untuk anda Kunjungi: www.advenme.com
Telp: 0511 4778159
Hp: 089744 666 65

SHARE THIS

Author:

HABAR BANUA KALIMANTAN SELATAN, TERBAIK DALAM PENYAMPAIAN AKURAT DALAM INFORMASI

0 comments: