Rabu, 30 Maret 2016

Air Terjun Rampah Menjangan Loksado



Konon, katanya dulu di pedalaman di daerah Loksado Hulu Sungai Selatan beberapa orang masyarakat Dayak Meratus setempat melakukan rutinitasnya yaitu berburu. Singkat cerita saat menembus hutan lebat, sungai dan melewati lereng-lereng bukit akhirnya perburuan pun sedikit membuahkan hasil, seekor menjang
an (bahasa setempat : payau) berhasil dikepung dengan bantuan beberapa ekor anjing kesayangannya yang memang sudah terlatih dan handal dalam urusan berburu. Setelah kejar-kejaran dengan beberapa anjing tadi sang menjangan bernasib sial, ia pun kalah terkepung oleh lincahnya oleh sekelompok anjing itu, sehingga ia dapat dilumpuhkan dengan beberapa gigitan oleh anjing-anjing tsb. Sang menjangan pun terluka, ia mulai lemah karena mulai kehabisan darah oleh gigitan anjing. Namun, apa yang terjadi? Ketika si pemburu mau menangkapnya diluar dugaan ternyata menjangan masih mampu berlari menghindar dari pemburu sampai terjadi kejar-kejaran lagi. Sayang sekali, sang pemburu kehilangan jejak si menjangan.

Karena sudah lelah mencari-cari, pemburu pun mulai putus asa dan akhirnya dengan terpaksa ia memutuskan untuk pulang dengan tangan kosong. Pada saat perjalanan menuju pulang saat menyebrangi sungai, para pemburu melihat warna air sungai sedikit berwarna kemerahan. Dengan keyakinan tinggi bahwa air yg merah tsb adalah darah menjangan yang tadi mereka kejar para pemburu pun langsung menyusur hulu sungai dengan harapan dapat menemukan menjangan tadi. Beberapa saat menyusur sungai tanpa disengaja, para pemburu mendengar bunyi gemuruh air yang deras dan semakin mendekat dengan bunyi gemuruh tsb. Sesaat mereka takjub, jelas saja ternyata didepan mata nampak sebuah air terjun yang indah sekali. Dan indah nya lagi, disamping air terjun tersebut terdapat seekor menjangan yang penuh luka ditubuhnya tebujur kaku karena terjatuh dari tebing disisi air terjun yang tinggi. Itulah menjangan yang dicari-cari. Alhasil para pemburu pun bisa tersenyum manis karena berhasil membawa pulang seekor menjangan. Dan dari kejadian itu air terjun tsb mereka beri nama Rampah Menjangan hingga terkenal dimasyarakat luas sampai saat ini. (Bahasa setempat "Rampah = air terjun").
CMIIW



Rampah Menjangan terletak di kawasan pegunungan Meratus, tepatnya di desa Loa Panggang kecamatan Loksado kabupaten Hulu Sungai Selatan - Kalimantan Selatan. Salah satu kecamatan yang paling banyak memiliki tempat-tempat indah sehingga mejadikan Loksado sebagai ujung tombak pariwisata Hulu Sungai Selatan. Tak hanya bamboo rafting, beberapa buah air terjun di daerah Loksado memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Air terjun dengan ketinggian kurang lebih 30 meter ini memang terletak didalam hutan, sehingga sedikit dibutuhkan tenaga ekstra untuk mencapainya. Dengan trekking melewati hutan tropis Meratus memberikan kesan tersendiri saat melewatinya, banyak flora maupun fauna khas Kalimantan didalamnya.


Pertengahan 2014 lalu saya berdua dengan teman saya mengunjungi air terjun ini. Bukan waktu yang pas sebenarnya, karena debit air yang cenderung sedikit pada saat musim kemarau. Karena masih belum banyak yang tahu tempat ini, mengharuskan kami banyak nanya sama penduduk setempat. “Malu bertanya sesat dijalan, banyak bertanya itu memalukan”..ehhhh...Setidaknya itulah modal kami berdua untuk mencapai air terjun ini disamping stamina yang fit.

Menurut warga setempat ada beberapa jalur yang dapat ditempuh menuju air terjun ini. Katanya ada yang menyusur sungai, lewat jalur itu sebelum mencapai air terjun Rampah Menjangan akan menjumpai beberapa air terjun seperti air terjun Lambin dan air terjun Jelatang.Namun untuk medan itu katanya sangat curam, selain itu butuh waktu yang lebih lama dari jalur yang akan saya tempuh. Jalur bukit Puawan, itulah jalur yang saya pilih. Dibutuhkan waktu kurang lebih 1 jam 45 menit dengan melalui areal persawahan masyarakat setempat dan selanjutnya mendaki bukit Puawan. Bukit kecil ini lumayan menyesakkan dada lho, bikin ngos-ngosan cuy...hehehe. Namun uniknya di bukit ini didominasi oleh pohon Kayu Manis, yang kulit kayunya diambil oleh masyarakat setempat sebagai rempah-rempah makanan yang juga disebut kayu manis. Tak heran kalau Loksado adalah penghasil kayu manis terbesar di Kalimantan Selatan. Menjadikan trekking disini hawanya sangat sejuk karena rindangnya pepohonan kayu Manis.

Hutan kayu manis
Pondok petani / titik pertemuan beberapa jalur
 
Lereng bukit Puawan

Setelah sampai dipuncak bukit, kita akan mendapati sebuah pondok/shelter petani, yang katanya disinilah pertemuan jika kita melewati jalur lainnya. Tak dibutuhkan waktu lama, dari bukit ini hanya sekitar 10 menit kita akan menyaksikan keindahan tersembunyi Rampah Menjangan. Namun perlu kewaspadaan ya bro, medannya agak curam dan licin. Cari pegangan dan tetap perhatikan pijakan kaki. Selamat menikmati indahnya Rampah Menjangan.
This is (Air Terjun) Rampah Menjangan




Feel the nature (inggrisnya ngaco yaa)




Oya, katanya baru-baru ini tempat ini sudah dijadikan tempat syuting buat acara yang petualangan-petualangan gitu loh....hmmmm..







Bangga sih kalau tempat-tempat indah didaerah kita di ekspos media, tapi konsekuensinya itu loh yang sedikit bikin hati ini terkoyak (ca ileeh).... Semakin banyak pengunjung yang datang semakin terancam pula kebersihan lingkungannya. Bukan selalu menjadi yang benar dan bukan pula menggurui. Jadilah pengunjung yang bijak dimanapun kakimu terhenti. Tetap menjaga kebersihan dan menjaga kelestariannya ya bro.

Salam lestari !!!
Sumber cerita : masyarakat setempat
Diambil di: fullsrg 

SHARE THIS

Author:

HABAR BANUA KALIMANTAN SELATAN, TERBAIK DALAM PENYAMPAIAN AKURAT DALAM INFORMASI

0 comments: