Select Menu

Join With Us

wisata kalimantan selatan

Berita Utama

Beriklan Disini

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Masukan Email Anda...

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner



Masukan Email Anda dan Dapatkan Berbagai Diskon Selama Anda Di Kalimantan Selatan
» » Mantan Bupati Barabai Jadi Tersangka
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

PROKAL.CO, BARABAI – Bupati Hulu Sungai Tengah periode 2010-2015 H Harun Nurasid ditetapkan Kejaksaan Negeri Barabai sebagai tersangka. Harun dijerat dalam kasus pembangunan ruang kelas baru (RKB) SMK Kejuruan Al Hidayah di Kecamatan Haruyan. Penetapan ini setelah kejaksaan memeriksa 46 saksi dengan kerugian uang Negara sekitar Rp1,7 miliar.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, perkara ini berawal dari dugaan penyalahgunaan kebijakan dalam menyertakan modal APBD Kabupaten HST pada Dinas Pendidikan Kabupaten HST untuk membangun RKB SMK di bawah naungan Yayasan At Tin Murakata pada tahun 2012 silam.
Diduga, penyertaan modal tersebut berjalan mulus tanpa melalui proses penganggaran, proses Renja, Renstra dan musrenbang. Penganggaran itu hanya disampaikan saat pembahasan Panggar DPRD HST yang sempat menuai perdebatan di internal DPRD, walaupun akhirnya tetap dilaksanakan.
Akibat kasus ini, SMK yang terletak di Jalan Divisi IV ALRI, Desa Andang yang memiliki 4 program kejuruan tersebut mati suri. Awalnya sekolah itu akan mendidik siswa dengan sistem asrama. SMK itu satu-satunya sekolah kejuruan bagi siswa yang sebagian besar siswa dari dari Kecamatan Haruyan, Labuan Amas Selatan, Labuan Amas Utara.
Kepala Kejaksaan Negeri Barabai Waito Wongateleng melalui Kasi Intelnya Arif Fatchurrohman dikonfirmasi kemarin menyatakan, penetapan sebagai tersangka berdasarkan surat Kajari Barabai per 22 Mei 2017 pekan lalu.”Penetapan tersangka setelah kami melakukan pemeriksaan terhadap 46 saksi,” tegasnya.
Dijelaskannya, sebelum status kepemilikan tanah belum jelas sudah ada penyaluran untuk membangun ruang kelas SMK. Kendati ada keterangan telah dihibahkan namun tidak ada keterangan hibah. Hingga sekarang statusnya belum ada kejelasan pemilik tanah.”Apakah milik yayasan atau milik mantan bupati atas nama anaknya tadi,” imbuh Kasi Intel.
Status tanah hibahnya cuma disampaikan sebatas lisan saja, sedangkan legalnya tidak disertakan formalitas di atas kertas. Padahal, diatasnya akan dilaksanakan proyek besar miliaran rupiah. Intinya, dia mengatakan Anggaran Biaya Modal dibangun di atas tanah tanpa kejelasan.
“Kami baru menetapkan HN sebagai tersangka, kapan memanggil akan kita lakukan segera setelah selesai memintai keterangan sejumlah saksi lagi. Waktunya memang belum ada,” ujarnya.
Ditambahkan Arif, HN disangkakan dengan ancaman primair pasal 2 ayat 1 juncto pasal 18 Ayat 2, 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHP.
Untuk Subsidair pasal 3 juncto Pasal 18 Ayat (2), (3) UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Kuropsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(mam/ay/ran/ema)
Sumber : Radar Banjar

Admin Info Seputar Kalimantan Selatan

Kami adalah StartUp Digital Berbasis Informasi Daerah yang akan terus kami Update dan Kami kembangkan Segala Jenis Informasinya, Sehingga akan selalu berkembang dari segi informasi dan keterbukaan Publik, Sehingga kami dengan leluasa bisa berbagi Informasi Tentang Semua Yang Ada Di Kalimantan Selatan, Karena Motto Kami "Semakin Mudah Suatu Daerah Diakses, Maka Akan semakin cepat Perkembannya" Dan Kami Akan Terus Berbenah.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar

Leave a Reply