Select Menu

Join With Us

wisata kalimantan selatan

Berita Utama

Beriklan Disini

Cute

My Place

Liputan Khusus

Racing

Videos

Pasca insiden tenggelam seorang bocah di Desa Kampung Melayu Ulu, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalsel rupanya telah membuahkan hasil, Jumat (26/8/2016) malam.
Iki, sapaannya bocah yang semula hilang di sungai Martapura, kini keberadaannya pun telah berhasil ditemukan di Sungai Martapura Desa Kampung Melayu Ulu dalam kondisi tewas.
Informasi diperoleh, jasad bocah berusia sepuluh tahun itu pun langsung dilarikan ke Ruang Pemulasaraan RSUD Ratu Zalecha Martapura.
"Korban dibawa ke kamar mayat RSUD Ratu Zalecha Martapura mas, sebelum dipulangkan lagi ke rumah duka," tulis Wildan, anggota EBR kepada BPost Online.
Sebelumnya kegegeran terjadi di Desa Kampung Melayu UluKecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar Kalsel, Jumat (26/8/2016) malam.
Hal itu menyusul telah terjadinya insiden tenggelamnya seorang bocah warga Desa Kampung Melayu Ulu.
Informasi diperoleh korban merupakan bocah berusia 10 tahun, Iki. Ia merupakan siswa yang duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar.
"Betul mas, bocah tersebut ditengarai tenggelam sekitar pukul 17.00 tadi, " terang Kapolsek Martapura Timur, Iptu Mugiyono kepada Bpost Online.
Sumber : tribunnews
Cantik dan kalem itulah kesan yang tampak saat melihat gadis ini, Savera Icmi. Gadis berambut panjang ini bahkan terlihat feminin dengan style berpakaiannya.
Namun siapa sangka, ia adalah salah satu atlet menembak kota Banjarmasin dan Kalsel.
Tapi bukan urusan tembak menembak dalam hubungan ya.
Sejak 2013 Vera, sapaan akrabnya, menekuni olahraga menembak. Memegang senapan Laras panjang, gadis ini sudah beberapa kali mengikuti ajang perlombaan dan menang dalam kategori tim.
Vera, mahasiswi semester tiga jurusan IESP Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM ini mengaku banyak teman barunya yang kaget saat mengetahui dia jago menembak.
"Menembak itu seru, tantangannya beda dengan olahraga lain," ujarnya saat ditanya, Sabtu (27/8).
Bagi Vera dengan menembak ia bisa melatih konsentrasi dan fokus. Ini juga berguna saat ia belajar. Saat belajar ia lebih mudah fokus dan mengingat pelajaran yang sudah ia pelajari.
Sumber : tribunnews
Mengatasi kawasan kumuh di Kota Banjarmasin, Dinas Cipta Karya dan Perumahan Kota Banjarmasin, ke depan akan kembali membangun Rusunawa (Rumah Susun Sederhana Sewa).
Menurut H Akhmad Fanani, Kepala Dinas Cipta Karya dan Perumahan, untuk mempercepat mengatasi kekumuhan fisik suatu kawasan sangat diperlukan melakukan revolusi dengan membangun rumah susun sebagai tempat tinggal warga.
"Saya lihat di Jakarta kalau mau cepat atasi kawasan kumuh, banyak membangun rusunawa, selanjutnya warga di pemukiman kumuh dialihkan," ujarnya.
Tapi di Banjarmasin membangun rusunawa, harus memenuhi syarat, Pemko harus memiliki tanah sendiri. Maka untuk kedepan mereka akan memprogramkan membeli tanah, di lokasi kantong-kantong kumuh.
Memindah warga tidak mungkin jauh dari tempat tinggal mereka semula, agar tidak merasa dibuang. Misalnya kawasan kumuh di Banjarmasin Selatan, lahan yang akan dicari mesti di wilayah itu juga.
"Untuk kawasan kumuh itu di tiap kecamatan pasti ada," ujarnya.
Lahannya, pihaknya sudah mengajukan proposal dan sedang melakukan proses lahan di kawasan Muara Kelayan
Fanani, mengatakan, membangun Rusunawa, tentu ada dapat positifnya dengan pembangunan ke atas, daerah spot-spot di kawasan itu berpeluang untuk membuka ruang terbuka hijau,
"Peluangnya dengan membangun daerah tertentu kita bisa membuka kawasan terbuka,"
Namun tetap juga didukung peningkatan ekonomi rakyatnya. Permasalahan kumuh memang sangat kompleks, tidak hanya memperbaiki fisik, tetapi juga perbaikan ekonomi rakyatnya.
Sumber : tribunnews